Upaya Kudo dalam Memecahkan Tantangan Pengembangan Bisnis Menggunakan Data Science

Ikhtisar

  • Tim analis Kudo membagi data yang mereka kumpulkan ke dalam tiga segmen kategori, yaitu data agen perantara, data aktivitas transaksi, dan data produk yang terjual.
  • Kudo sendiri mengutamakan penggunaan data science untuk keputusan bisnis yang lebih berdampak.

Sebelum kedatangan teknologi komputer dan internet, banyak pelaku bisnis yang mengambil keputusan hanya berdasarkan pengamatan singkat atau insting pribadi. Hal ini mereka lakukan karena tidak adanya data yang menunjukkan secara persis minat dan kebiasaan para pelanggan mereka.

Namun di era digital seperti sekarang, segala bentuk perilaku konsumen tersebut telah bisa terekam secara real time. Para pelaku bisnis hanya perlu mengolah data tersebut, dan menentukan langkah apa yang harus mereka lakukan di kemudian hari berdasarkan data yang tersedia.

Hal ini pun dipahami dengan baik oleh e-commerce online to offline (O2O) tanah air, Kudo.

“Kudo bisa dibilang sangat mencintai data. Hampir semua penerapan dan pengambilan keputusan di Kudo dikendalikan oleh data, termasuk ketika memetakan kondisi pasar,” jelas Head of Data Kudo, Laurencius Christian Angkasa.

Mengintip pemrosesan data di “dapur” Kudo

Menurut Christian, hal terpenting sebelum memulai pengolahan data adalah menetapkan tujuan. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh perusahaan dengan data tersebut? Dengan begitu, para data scientist pun bisa mulai membayangkan data apa saja yang perlu mereka kumpulkan di lapangan.

Sama seperti objektif e-commerce lainnya, pemanfaatan data science di Kudo sendiri lebih bertujuan untuk mendorong hasil keputusan bisnis yang lebih berdampak. “Ujung-ujungnya duit. Apa pun riset yang teman-teman bikin harus bisa diarahkan apakah ini ke depannya bisa menambah revenue atau tidak?”

Tim analis Kudo membagi data yang mereka kumpulkan ke dalam tiga segmen kategori, yaitu data agen perantara, data aktivitas transaksi, dan data produk yang terjual.

Ketiga segmentasi data tersebut kemudian diolah sebagai acuan untuk kebutuhan yang lebih mendalam lagi, mulai dari pengamatan lifecycle user, hingga pemantau kebiasaan pengguna (behavior tracker). Dengan teknologi yang sama, tim Kudo juga dapat mengoptimalkan campaign seperti apa yang lebih efisien ketika diberikan kepada konsumen mereka.

“Selain fokus pada proses bagaimana deliver impact terhadap bisnis, use case yang tim kita buat juga harus melalui verifikasi bersama tim lainnya. Hal ini agar hasilnya bisa selaras dengan tim produk,” ungkap Christian.

Christian kemudian mencontohkan salah satu fitur yang saat ini dikembangkan oleh timnya, yakni fitur rekomendasi jalur bagi Field Officer (FO) Kudo agar mereka bisa menempuh jalur yang lebih efisien ketika melakukan monitoring di lapangan.

Pada intinya, penggunaan data science yang relevan dengan kebutuhan, dapat memicu pengembangan produk yang sejalan dengan pertumbuhan bisnis. Tak heran jika permintaan terhadap data scientist saat ini kian mengalami peningkatan sehingga profesi ini terlihat menjanjikan di ranah startup teknologi.

Quoted from : https://id.techinasia.com/bagaimana-data-science-bantu-kudo-memecahkan-tantangan-bisnis

Comments

comments

Hanna Qibthiya

You Might Also Like

No Comment

Comments are closed here.