Bagaimana Kudo Membangun Tim Front-End Berperforma Tinggi

     Dalam perhelatan Tech in Asia Product Development 2017 yang diadakan di Balai Kartini Rabu, 9 Agustus 2017 kemarin, Kudo sebagai perusahaan Online-To-Offline (O2O) terkemuka di Indonesia mengirimkan Panji Gautama, Vice President of Engineering Kudo untuk berbagi ilmu mengenai bagaimana Kudo membangun tim front end yang bekerja dengan performa tinggi. Menurut Panji Gautama, ada tiga unsur penting yang saling menopang dalam membentuk sebuah tim front end; Manusia (People), Proses (Process), dan Teknologi (Technology). 

     Meskipun tim front end Kudo sering disibukkan oleh pekerjaan, pengembangan keahlian soft skill, hard skill, hingga pengembangan kepribadian terus digalakkan Panji kepada anggotanya.  Panji sadar bahwa anggotanya adalah aset berharga perusahaan yang membentuk budaya (culture) tim front end secara keseluruhan, dan budaya tersebut nantinya akan menentukan kondisi kondusif atau tidaknya lingkungan kerja (environment) di perusahaan. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif Panji menerapkan tiga kunci utama dalam pengembangan sumber daya manusia;

  1. menghapus batasan antara tiap level manajemen untuk menghilangkan kesenggangan dalam berinteraksi,
  2. menghimbau pemimpin untuk menhindari micro-manage,
  3. dan memberikan kepercayaan kepada seluruh junior di timnya dalam mengambil langkah terbaik untuk bekerja hingga tahap pengambilan keputusan.

Pemimpin per-sub divisi hanya akan membantu verifikasi serta memonitor hasil pekerjaan anggota tim front end, karena bagi Panji ia percaya bahwa tiap – tiap individu harus senantiasa meningkatkan tingkat kompetensi agar kelak merekapun dapat menjadi pemimpin berkualitas di masa yang akan datang.

     Sebagai salah satu karyawan pertama di Kudo ia paham betul pentingnya menghargai sebuah proses. Baginya proses bagi tim front end Kudo adalah fase pembentukan yang harus dinikmati agar sebuah tim berperforma tinggi. Panji menerapkan beberapa sistem pendukung agar tiap proses yang dilalui tim front-end dapat terjalankan dengan mulus.

Hal pertama yang Panji implementasikan adalah membagikan peta rencana jalan yang transparan (transparent roadmap). Masing – masing pimpinan per-sub divisi tim membagikan roadmap 6 bulan kedepan kepada anggota timnya, diperdalam bersama untuk kemudian disusun menjadi rencana strategis per kuartal. Kedua, membagikan manajemen tugas yang transparan (transparent task management) dengan menggunakan tools bernama Jira,memberikan akses kepada karyawan Kudo dari divisi lain agar bersama dapat melihat pekerjaan apa yang sedang tim front-end kerjakan saat ini, kapan tenggat waktunya, dengan hanya melihat Jira dashboard tersebut. Ketiga, masing – masing individu diwajibkan untuk mendokumentasikan laporan secara simpel yang dibuat sesuai roadmap masing – masing user story untuk mengurangi peluang terjadinya masalah di kemudian hari. Tim front end Kudo juga selalu melakukan komunikasi konstan baik internal maupun inter-divisi secara reguler untuk menghilangkan celah dan ketergantungan tim terhadap divisi lain.

     Tim front end di Kudo dilatih untuk selalu mempersiapkan automated testing yang terdiri terdiri unit test dan instrumentation testing. Ketika perekayasa dan tim produk sedang dalam tahap proses membuat fitur baru ataupun sedang melakukan perbaikan fitur lama, automated testing berguna dalam membuat fitur tetap teroptimasi seperti yang diinginkan. Automated testing juga secara otomatis mampu mendeteksi kesalahan atau konflik yang menyebabkan fitur tidak berjalan.

     Kudo menggunakan New Relic untuk monitoring sumber (resource), Sentry untuk error logging dashboard, Graylog untuk stream event dan log dari beberapa sources, dan Datadog untuk single dashboard dari monitoring-monitoring yang sudah ada.  Untuk memastikan semua fitur berjalan sesuai harapan baik fitur maupun sumber (resource) yang dipunyai oleh setiap manajer produk mempunyai monitoring dan rekam jejaknya masing-masing. Apabila ada yang tidak berjalan dengan normal, monitoring akan otomatis mengirimkan notifikasi waspada ke tim perekasaya dan manajer produk.

     Panji menyadari anggota timnya tetaplah manusia biasa, dan pada akhirnya kesalahan juga hanya salah satu bagian dari proses dalam lingkaran pembelajaran. Oleh karena itu tim front end Kudo membuat event post mortem untuk mengetahui tiap insiden yang terjadi dan dapat cepat melakukan perbaikkan. Tim front end Kudo selalu berlaku dinamis dan fleksibel demi menyesuaikan performa dengan dunia luar yang cepat berubah. Tiap – tiap pimpinan sub-divisi dan anggotanya juga dituntut untuk menurunkan ego demi tercapainya kesuksesan bersama dalam memberikan nilai tambah kepada para 500,000 agennya di lebih dari 500 wilayah Indonesia.

Comments

comments

Hanna Qibthiya

You Might Also Like

No Comment

Comments are closed here.